Setelah Dibuka Masa ED Obat Ikut Berubah : Beyond Use Date (BUD)

Beyond Use Date : Stabilitas Obat Pasca Kemasan Dibuka

Materifarm Berbagai sediaan dalam kemasan biasanya sudah dilengkapi dengan tanggal ED (Expired Date) yang artinya waktu/tanggal kadaluarsa. Waktu ini biasanya digunakan sebagai jaminan keamanan produk. jadi Jika Barang yang kita beli belum ED namun setelah kemasan baru saja digunakan dan menimbulkan efek yang tidak diinginkan kita bisa memberikan pelaporan terhadap perusahaan yang memproduksi produk tersebut.

Tak terkecuali Obat, Obat yang secara filosofis diartikan sebagai racun tentu harus diberikan Tanggal ED sehingga obat tersebut dapat bekerja secara optimal. Namun apa yang terjadi ketika kemasan obat sudah dibuka dan dibiarkan. karna seperti yang kita ketahui, obat dipakai jika kita memerlukan obat tersebut (Kecuali obat antibiotik) maupun obat lain yang memang wajib dihabiskan. Kondisi ini membutuhkan mekanisme analisis stabilitas yang dikenal sebagai Beyond use date (BUD).

Gambaran Beyond Use date sebagai penanda Stabilitas Obat ketika dibuka
Ilustrasi Pentingnya BUD 

Apa Itu Beyond Use Date?

BUD (Beyond Use Date) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menentukan ketahanan produk setelah kemasan dibuka. BUD digunakan untuk melindungi pengguna dari segala jenis gangguan yang dapat menimbulkan kerugian bagi pengguna produk. berhubung penulis adalah seorang farmasis maka ijinkan penulis untuk menyampaikan penjelasan BUD terhadap beberapa produk Farmasis.

Pengertian Beyond Use Date Menurut USP

BUD menurut USP (United states pharmacopeia) mengungkapkan bahwa BUD merupakan sebuah tanggal maupun waktu dimana pada waktu tersebut obat yang telah dibuka atau diracik disarankan untuk tidak digunakan. pada Implementasinya, Tanggal BUD memiliki tanggal yang lebih pendek dibandingkan dengan ED karena seperti pada persoalan diatas yang sudah dijelaskan oleh penulis bahwa Variable untuk kestabilan obat sudah diatur oleh pengguna obat mulai dari tempat penyimpanan, suhu penyimpanan dll.

Mengapa BUD Diperlukan?

Pada saat obat dibuka kemasannya tentu obat tersebut sudah tidak bisa dijamin kualitasnya oleh perusahaan yang memproduksi obat tersebut. Hal ini diakibatkan oleh variable yang menaungi obat tersebut. singkatnya saat kemasan dibuka tentu semua hal sudah diatur oleh pengguna obat mulai dari tempat penyimpanan dll. berbeda dengan pengujian obat di perusahaan dimana segala standar kualitas produk sudah ditentukan oleh standar yang ditetapkan oleh perusahaan maupun regulasi yang berlaku. perbedaan ini juga pasti akan menimbulkan masalah baru bagi pengguna. mulai dari stabilitas hingga reaksi yang bisa merugikan pengguna saat menggunakan obat tersebut. Masalah ini harus bisa diatasi agar kita dapat menjamin keselamatan pengguna produk. Solusi ini disebut dengan BUD (Beyond Use Date). 

Kondisi Lain yang membutuhkan BUD

Pada saat peracikan obat juga mempengaruhi BUD, Misalnya pada kegiatan penambahan air untuk sirup/suspensi kering, Peracikan tablet/kapsul menjadi puyer, pembuatan krim malam, dan berbagai obat racikan lainnya, BUD juga menjadi hal yang sangat penting dalam penggunaan sediaan steril, vaksin dll. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Jika suatu obat sudah dibuka kemasan primernya maka kualitas obat sudah tidak dipengaruhi oleh waktu ED obat tersebut dan agar dapat menjamin keselamatan pasien maka kita sebagai farmasis harus mampu mengingatkan pasien mengenai tanggal BUD (Beyond Use Date). selain itu sebagai pasien disarankan untuk melihat kemasan sebelum menggunakan produk. karna biasanya ada beberapa ketentuan yang sudah disediakan perusahaan obat mengenai maksimal waktu setelah kemasan primer dibuka. 

Untuk Jumlah hari yang biasanya ditetapkan untuk BUD bisa dilihat di Artikel Berikut ini 

Kesimpulan

Beyond Use Date (BUD) adalah tanggal atau batas waktu penggunaan suatu sediaan obat setelah disiapkan atau dibuka, yang menunjukkan keamanan dan efektivitasnya. BUD berbeda dengan tanggal kedaluwarsa pabrik, karena ditetapkan berdasarkan kondisi penyimpanan, bentuk sediaan, dan lingkungan penggunaan. Menentukan BUD yang tepat penting untuk mencegah penurunan kualitas, kontaminasi mikroba, atau hilangnya potensi obat. Apoteker harus memperhatikan jenis obat, media penyimpanan, dan instruksi khusus saat memberikan BUD. Dengan mematuhi BUD, risiko efek samping atau inefektivitas obat dapat diminimalkan, sehingga pasien menerima terapi yang aman dan optimal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Website Jurnal Kesehatan Indonesia Gratis : Website Jurnal Kesehatan, Jurnal Kesehatan dengan Biaya Publikasi Gratis

Standarisasi dan Mutu Simplisia dalam Farmasi (Lengkap)

Pengertian dan Pengolahan Simplisia Dan Contohnya